Duka Mendalam: Seorang Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Penembakan di Papua
Papua – Kabar duka kembali datang dari Tanah Papua. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur dalam sebuah insiden penembakan yang terjadi saat menjalankan tugas di wilayah rawan konflik. Insiden penembakan ini menambah daftar panjang prajurit TNI yang menjadi korban dalam upaya menjaga kedaulatan dan keamanan negara di Papua.
Menurut keterangan resmi dari Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, insiden penembakan yang merenggut nyawa seorang prajurit TNI tersebut terjadi pada hari Kamis, 1 Mei 2025, sekitar pukul 15.00 WIT. Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Anumerta Surya Wijaya, anggota dari satuan tugas pengamanan daerah rawan (Satgas Pamrahwan) yang bertugas di wilayah Pegunungan Bintang.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Johan Wahyudi, dalam konferensi pers pada Jumat pagi (2/5/2025) membenarkan adanya insiden penembakan yang menyebabkan seorang prajurit gugur. “Kami sangat berduka atas gugurnya salah satu prajurit terbaik kami dalam menjalankan tugas negara. Praka Anumerta Surya Wijaya gugur akibat luka tembak yang dideritanya saat terjadi kontak senjata dengan kelompok separatis bersenjata (KSB),” ujar Kolonel Infanteri Johan Wahyudi.
Lebih lanjut, Kolonel Infanteri Johan Wahyudi menjelaskan bahwa insiden penembakan tersebut terjadi saat tim Satgas Pamrahwan sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah Pegunungan Bintang. Tiba-tiba, mereka disergap oleh sekelompok anggota KSB yang melakukan penembakan secara membabi buta. Meskipun sempat terjadi baku tembak, sayangnya Praka Anumerta Surya Wijaya tidak dapat tertolong akibat luka tembak yang mengenai bagian vital tubuhnya.
Jenazah Praka Anumerta Surya Wijaya telah dievakuasi ke Jayapura dan rencananya akan diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan dengan upacara militer. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan memastikan akan memberikan seluruh hak-hak prajurit yang gugur dalam tugas.
Insiden penembakan ini kembali menyoroti tingginya risiko tugas yang dihadapi oleh para prajurit TNI yang bertugas di Papua. Pihak TNI menyatakan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah strategis untuk menindak tegas KSB yang terus melakukan aksi teror dan mengganggu keamanan di wilayah Papua. Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah komprehensif untuk menyelesaikan konflik di Papua secara damai dan menyeluruh.

