Tempo Papua

Loading

Archives 15/12/2025

Operasi Senyap: Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Pelabuhan

Keberhasilan Operasi Senyap yang dilancarkan oleh aparat kepolisian baru-baru ini berhasil bongkar jaringan narkoba internasional yang memanfaatkan celah logistik di salah satu pelabuhan utama Indonesia. Jaringan narkoba internasional ini beroperasi dengan sangat terorganisir, mencoba menyelundupkan barang haram dalam jumlah besar. Keberhasilan Operasi Senyap ini merupakan pukulan telak bagi sindikat kejahatan transnasional dan menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman narkotika yang masuk melalui pelabuhan utama.

Operasi Senyap tersebut dipimpin langsung oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri. Penindakan ini dilakukan pada dini hari, pukul 03.00 WIB, hari Sabtu, 13 Desember 2025. Waktu penindakan yang dipilih sengaja saat suasana di pelabuhan utama sedang sepi, meminimalkan risiko keamanan dan memastikan elemen kejutan. Tim gabungan berhasil mengamankan dua kontainer yang dicurigai setelah mendapatkan informasi intelijen dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Interpol sejak dua bulan sebelumnya.

Hasil penggeledahan kontainer yang disamarkan sebagai kiriman suku cadang mesin itu sangat mencengangkan. Aparat berhasil menyita total 500 kilogram narkotika jenis sabu kristal murni dan 20.000 butir ekstasi. Nilai taksiran barang haram ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun, menjadikannya salah satu penangkapan terbesar di pelabuhan utama dalam tiga tahun terakhir. Keberhasilan Operasi Senyap ini tidak lepas dari teknologi X-ray canggih dan anjing pelacak K-9 yang dikerahkan.

Selain barang bukti, polisi juga berhasil menangkap tujuh tersangka yang diduga kuat merupakan bagian inti dari jaringan narkoba internasional tersebut. Para tersangka terdiri dari warga negara asing (tiga orang) dan warga negara Indonesia (empat orang) yang berperan sebagai koordinator lapangan, penerima barang, dan pengatur jalur distribusi logistik. Polisi menetapkan tanggal 15 Desember 2025 sebagai dimulainya proses interogasi intensif untuk membongkar seluruh rantai pasok dan aset pencucian uang jaringan narkoba internasional ini.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa koordinasi antarlembaga sangat vital. Polisi, BNN, Bea Cukai, dan otoritas pelabuhan utama harus terus meningkatkan pengawasan dan kolaborasi. Operasi Senyap ini mengirimkan pesan kuat bahwa Indonesia tidak akan menjadi jalur transit atau pasar bagi peredaran narkoba global.